Skip to main content

Posts

Mengenal Food Defense System (base on FSSC v 5.1)

Potensi ancaman kerusakan suatu produk pangan yang dihasilkan tidak hanya terjadi secara alami (food borne disease) atau ketidaksengajaan (accidental adulturation), namun bisa terjadi karena disengaja (intentional adulturation) yang dilandaskan oleh ideologi atau niat seseorang/kelompok untuk merusak produk pangan yang mempengaruhi reputasi perusahaan.  News Desk melaporkan tahun 2014, ada sekitar 890 hingga 1000 orang jepang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan frozen food yang ternyata mengandung pestisida melathion. Hasil penyeledikan polisi menemukan bahwa adanya pekerja kontrak perusahaan yang menambahkan zat berbahaya kedalam produk pangan. Sistem keamanan pangan yang mendasar misalkan HACCP, tidak bisa mencegah ancaman kerusakan pangan yang dilakukan secara sengaja, karena sistem tersebut hanyak mencegah kerusakan produk pangan berdasarkan alur produksi (kontaminasi secara alami). GFSI (global food safety intitiative) mengeluarkan FSSC (food safety system ce...

Advance Preservative: Mengenal teknologi pengawetan bertekanan tinggi non termal

Teknologi pengawetan dibidang pangan terus berkembang untuk melengkapi kekurangan dari teknologi yang telah ada. Pada zaman dulu pengawetan makanan masih dilakukan secara manual, dari pengasapan, pengeringan, pemanisan, penggaraman dan fermentasi.  Kemudian teknik ini dikembangkan lagi dengan menggunakan bantuan teknologi untuk mengifesiensikan energi, waktu dan tenaga, seperti pemanas atau pendingin elektrik, inkubator fermentasi, oven dan cabinet dryer untuk pengeringan dll. Namun, teknologi pengawetan tersebut masih ada kelamahan, terutama dalam hal atribut organolpetik dan nilai gizi yang terkandung. Misalkan pada pengawetan suhu panas akan membentuk warna coklat (millard) dan penurunan vitamin A.   Untuk mengurangi kekurangan dari teknologi sebelumnya maka dihasilkan teknologi pengawetan bertekanan tinggi (high pressure technology). Dasar kerja HPP (high pressure technology) adalah menggunakan tekanan hidrostatis, produk makanan yang dimasukan kedalam tabung, diisi o...

Tips Membaca Tabel Nilai Gizi

Halo teman-teman, bagaimana kabarnya? semoga baik-baik aja ya. Udah lama gak sharing informasi nih, makanya pengin sharing tentang keresahan saya. Teman-teman sebagai konsumen dalam membeli sebuah produk pangan, pernah gak sih memperhatikan gizi yang ada pada produknya? Kalau memperhatikan, paham gak cara membacanya ? Okay kalau belum paham, yuk kita belajar sama sama..  Pada gambar diatas, teman teman bisa lihat ada contoh informasi nilai gizi produk minuman susu dengan keterangan diantaranya:  1. Takaran saji: Jumlah konsumsi yang wajar/biasanya dikonsumsi dalam satu waktu. Pada label ditunjukan sebanyak 200 ml.  2. Sajian perkemasan: Jumlah takaran saji yang tersedia dalam suatu kemasan. Pada label dituliskan 5 perkemasan, ini menunjukan bahwa minuman susu memiliki berat kemasan sebesar 5 x 200 = 1000 ml.  3. Nilai energi: Energi yang akan diperoleh dalam satu takaran saji (200 ml). Pada label menunjukan bahwa energi yang didapat sebesar 180 kkal/200 ml. Jika...

Micin Antara Candu atau Racun !?

Hampir semua orang pasti mengenal bahan penyedap ini dan menjadi suatu solusi dalam menghasilkan makanan yang nikmat dengan bumbu yang seadanya. Bahkan membuat kita candu, sehingga setiap kali  memasak wajib ada bahan tersebut. Tingkat konsumsinya yang tinggi menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah micin aman dikonsumsi setiap hari, berapa sih jumlah maksimal konsumsinya ?  Micin atau MSG (monosodium glutamat) di hasilkan dari ampas tetes tebu melalui proses fermentasi bakteri dengan penambahan NaOH. Hasil akhirnya berupa asam glutamat 78%, natrium 12% dan air 10%. Asam glutamat inilah yang memberikan rasa umami atau gurih pada makanan setiap kali kita menambahkannya.  Kasus keracunan micin pertama kali dilaporkan oleh new england journal medicine 1968 , dijelaskan bahwa beberapa konsumen mengalami chinese restaurant syndrome dengan keluhan kesehatan seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, mual dan muntah setelah mengkonsumsi makanan di restaurant cina. Setelah di teliti ...

Protein susu pembentuk latte art kopi

Bagi penikmat senja dan kopi pastinya sudah paham dong, mengapa barista bisa membuat seni menggambar dengan susu diatas lapisan kopi. Namun, bila bukan pencinta senja dan kopi apa sudah tau, mengapa hal tersebut bisa diterjadi ?.  Latte art biasanya disajikan pada kopi espresso menggunakan microfoam susu yang dihasilkan dari proses streching and rolling pada steam wand yang menghasilkan uap panas bertekanan. Susu mengandung protein kasein yang berperan aktif sebagai foaming agent. Pada saat proses steam dan strech, protein kasein dengan struktur kompleks akan terurai menjadi protein rantai lurus dan terbuka (struktur primer), karena terputusnya dari struktur tersier, sekunder dan kuartener. Rantai tersebut, dapat menahan udara yang masuk diantara ikatan protein, sehingga terbentuklah microfoam. Microfoam memiliki bentuk dengan gelembung kecil, halus dan basah, sedangkan macrofoam gelembung besar, kasar dan kering.  Pada dasarnya protein memiliki sifat hidrofilik yaitu sisi pro...

Mengenal kode kemanan pangan

Hampir semua dari kita pasti sudah pernah melihat kode keamanan pangan dari P-IRT, maupun BPOM. Namun, sudahkah kita mengenali dan bisa membacanya dari kedua kode keamanan pangan tersebut?  Kalau belum, yuk pahami bersama.  Suatu produk pangan yang beredar diperlukan jaminan keamanan agar konsumen dapat terhindar dari berbagai macam bahaya keracunan. Selain itu, jaminan keamanan membantu produk dalam meningkatkan kepercayaan, kualitas, daya saing dan nilai jual dimata konsumen.  Secara regulasi, produk pangan boleh tidak memiliki jaminan keamanan (voluntary) apabila produk memiliki masa simpan dibawah 7 hari, bahan mentah untuk proses lebih lanjut, dan pangan olah siap saji (misal nasi padang atau warteg dan sejenisnya). Produk pangan diluar dari syarat ini wajib (mandatory) menyertakan kode/label keamanan pangan.  P-IRT adalah jaminan keamanan pangan yang diberikan oleh dinas kesehatan sekitar untuk industri kecil (rumahan). Masa berlaku P-IRT yaitu 5 tahun sejak di...

Serat Makanan Pencegah Kanker Usus Besar (Kolon)

Teman-teman pasti mengetahui bahwa serat yang dikonsumsi memiliki fungsi untuk memperlancar siklus buang air besar. Namun, beberapa dari kita masih belum tau kan, bahwa serat bisa menjadi sumber pencegah kanker kolon atau usus besar?  Perlu kita tahu, bahwa serat yang kita konsumsi tidak akan diserap oleh tubuh menjadi sumber energi. Hal ini karena kita gak punya enzim yang bisa merombak struktur serat. Serat bisa di rombak dengan enzim beta, sedangkan kita hanya punya enzim alfa.  Serat yang tidak bisa diproses di usus halus akan masuk kedalam usus besar, nah disana di manfaatkan oleh bakteri usus (probiotik). Serat akan dimanfaatkan sebagai pertumbuhan bakteri usus dan bakteri akan menghasilkan asam lemak rantai pendek yaitu butirat, propionat dan asetat dari hasil proses fermentasi serat. Butirat ini ternyata memiliki kemampuan sebagai anti kanker kolon loh. Butirat  mencegah terbentuknya ekspresi gen kanker, yang sewaktu-waktu dapat membentuk kanker kolon. Butirat jug...