Skip to main content

Acceptable Daily Intake, pentingnya untuk kontrol asupan bahan tambahan pangan

Pernah gak sih teman-teman memperhatikan komposisi bahan pangan yang kalian makan. Bila memperhatikan, pasti disana banyak terdapat bahan tambahan pangan (BTP). Bahan tambahan pangan adalah bahan yang bukan komponen utama makanan yang di tambahkan untuk menciptakan rasa, tekstur, aroma, warna, keawetan dll. Contoh: kita bikin produk olahan jus mangga, biasanya kan bahan utamanya hanya air dan buah mangga, namun biasanya produk yang dihasilkan kurang manis, maka kita perlu pemanis tambahan berupa siklamat penggunaan siklamat di karena harga yang lebih murah dan rasa manis yang dihasilkan 30-50 kali lebih manis dari sukrosa.

Bahan tambahan makanan yang di gunakan pada produk makanan harus sesuai dengan aturan batas maksimal penggunaan yang di atur oleh BPOM, termasuk juga aturan batas maksimal BTP yang kita boleh konsumsi atau disebut ADI (Acceptable Daily Intake). ADI adalah jumlah maksimal bahan tambahan pangan (BTP) yang boleh di konsumsi perharinya dalam ukuran miligram/kilogram untuk menghindari timbulnya efek merugikan bagi kesehatan. 

ADI pada setiap orang berbeda beda, karena didasarkan pada berat badan. Semakin besar berat badan seseorang semakin tinggi BTP yang dapat boleh di konsumsi. Dalam artian bahwa ADI ini digunakan sebagai kontrol kita dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung BTP agar kita bisa terhindar dari timbulnya berbagai macam penyakit.

Perhitungan ADI ini sangat mudah kita lakukan teman-teman. Contoh ADI siklamat berdasarkan standar BPOM adalah 0-11 mg/kg, jika anda memiliki berat 50 kg maka maksimum siklamat yang boleh dikonsumsi perharinya sebesar 11x50 = 550 mg/kg per hari. Kemudian jika suatu minuman jus buah yang kita konsumsi mengandung siklamat sebesar 25 mg per kemasan maka: (11 mg/kg x 50 kg) / 25mg = 22 jus buah per harinya. 

Jadi teman-teman bisa mengerti ya cara perhitungannya. Memang menjadi sehat itu agaklah susah namun tidak salahnya kita mencoba dan menerapkannya. 

Batas maksimum BTP dan ADI menurut BPOM: 
https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/2019/PerBPOM_No_11_Tahun_2019_tentang_BTP.pdf


Comments

Popular posts from this blog

Tips Membaca Tabel Nilai Gizi

Halo teman-teman, bagaimana kabarnya? semoga baik-baik aja ya. Udah lama gak sharing informasi nih, makanya pengin sharing tentang keresahan saya. Teman-teman sebagai konsumen dalam membeli sebuah produk pangan, pernah gak sih memperhatikan gizi yang ada pada produknya? Kalau memperhatikan, paham gak cara membacanya ? Okay kalau belum paham, yuk kita belajar sama sama..  Pada gambar diatas, teman teman bisa lihat ada contoh informasi nilai gizi produk minuman susu dengan keterangan diantaranya:  1. Takaran saji: Jumlah konsumsi yang wajar/biasanya dikonsumsi dalam satu waktu. Pada label ditunjukan sebanyak 200 ml.  2. Sajian perkemasan: Jumlah takaran saji yang tersedia dalam suatu kemasan. Pada label dituliskan 5 perkemasan, ini menunjukan bahwa minuman susu memiliki berat kemasan sebesar 5 x 200 = 1000 ml.  3. Nilai energi: Energi yang akan diperoleh dalam satu takaran saji (200 ml). Pada label menunjukan bahwa energi yang didapat sebesar 180 kkal/200 ml. Jika...

Tips Memahami Acceptable Daily Intake Bahan Tambahan Pangan

Memproduksi suatu makanan/minuman diperlukan bahan tambahan pangan (BTP) untuk mempengaruhi, memperbaiki dan menyesuaikan sifat sensori sesuai dengan keinginan produsen. Pada penerapannya, penggunaan BTP diatur oleh BPOM (badan pengawas obat dan makanan) nomor 11 tahun 2019 tentang bahan tambahan pangan. Peraturan tersebut berisikan tentang BTP yang digunakan, batas maksimal penggunaan dan   acceptable daily intake  (ADI). Acceptable daily intake  (ADI) merupakan jumlah maksimal BTP dalam miligram/kilogram berat badan (BB) yang dapat dikonsumsi dalam satu hari selama tidak menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan. Kita sebagai konsumen harus mengetahui dan mengerti batas maksimal asupan harian BTP agar  terhindar dari penyakit seperti pusing, gangguan pencernaan, hepatitis, diabetes, kanker, kelainan genetik dll.  Acceptable daily intake  (ADI) BTP dapat dihitung dengan mengetahui ADI BTP yang tertera pada peraturan BPOM dengan BTP yang digunakan pada prod...

Implementasi TACCP/food defense di industri pangan

Pada edisi sebelumnya kita telah "Mengenal Food Defense System (base on FSSC v 5.1)". Selanjutnya kita akan belajar bagaimana food defense ini diterapkan dengan  metode TACCP. Secara mendasar TACCP harus bisa menjawab pertanyaan, seperti: 1. Siapa yang mungkin menyerang kita?  2. Bagaimana mereka melakukannya ? 3. Dimana posisi kerentanan? 4. Bagaimana cara pengendaliannya?  Dari hasil konsep dasar pertanyaan tersebut, maka diperoleh sektor mana saja yang perlu menjadi perhatian terhadap potensi ancaman serangan , diantaranya: 1. Data perusahaan. 2. Organisasi perusahaan  3. Karyawan dan pengunjung perusahaan. 4. Penerimaan bahan baku. 5. Fasilitas operasional. 6. Penyimpanan dan pengiriman produk. Dalam menilai ancaman dan pengendalian dari sektor tersebut,  maka sesuai prosedur FSSC v. 5.1 dilakukanlah tahap-tahap berikut 1. Membentuk tim TACCP: tim dibentuk dari orang orang profesional dibidangnya atau disetiap divisinya. Tim harus terpisah atau berbeda dari ...